| Sinergi aparat dan pemangku wilayah dalam pengamanan antisipasi tawuran di kelurahan Kebon Pala. (Foto:kolase/FKDM) |
SATYA WASPADA | Jakarta — Pengamanan wilayah di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, Jakarta Timur, diperketat pada Selasa (25/11). Hal ini menyusul meningkatnya pergerakan pelajar dari berbagai sekolah yang pada momentum Hari Guru dipulangkan lebih awal, sekitar pukul 11.00 WIB, sehingga menyebabkan banyak siswa berkeliaran di sejumlah titik wilayah.
Sejak siang hari, aparat gabungan bersama unsur masyarakat tampak melakukan pemantauan intensif di ruas-ruas jalan yang kerap menjadi titik berkumpulnya pelajar. Bhabinkamtibmas Polsek Makasar Bripka Sigit Haryanto, Babinsa Koramil 05 Kramatjati–Makasar Sertu Edy Lala, serta jajaran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Kelurahan Kebon Pala bergerak serempak melakukan pembubaran kerumunan dari pukul 12.00 hingga 14.30.
Di tengah pengamanan aparat, peran aktif warga menjadi sorotan. Ketua RW 03 Kebon Pala, Agus Hermawan, bersama LMK RW 03 Jumadi, mengerahkan para ketua RT serta unsur keamanan lingkungan untuk memantau langsung pergerakan para pelajar. “Kami lakukan pemantauan berlapis supaya anak-anak tidak bergerombol. Semua RT siaga di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Patroli dilakukan di sejumlah titik rawan seperti kawasan BKKBN/SMK Gutama, Jalan Protokol Halim, Jalan Jengki Cipinang Asem (Intirub), Jalan Al-falah, Jalan Siluman, Jalan Hasbi, kawasan RPTRA Jl Kamboja, serta sekitar SMPN 275/Kober RW 009. Kerumunan pelajar yang seharusnya sudah pulang namun masih berkerumun di beberapa titik berhasil dibubarkan secara persuasif.
Dalam patroli itu, petugas juga mendapati sejumlah pelajar yang bukan berasal dari Kebon Pala. Beberapa mengaku berasal dari kawasan Jakarta Selatan. “Ketika kita tanya, mereka bilang mau ke Matraman,” ujar Bripka Sigit.
Pernyataan itu memicu perhatian tambahan mengingat pada Selasa siang terjadi tawuran di sekitar jalan layang Kampung Melayu menuju Matraman. Aparat menduga sebagian pelajar hendak bergerak ke arah lokasi tersebut.
Di wilayah Kebon Pala sendiri, situasi terpantau aman. Termasuk klarifikasi terhadap isu tawuran di Jl. Cililitan Besar/Kelapa Gading III yang disebut melibatkan warga Kebon Pala. Hasil pengecekan memastikan tidak ada satu pun siswa atau warga Kebon Pala yang terlibat.
Agus Hermawan menegaskan bahwa kewaspadaan warga tidak hanya bersandar pada aparat. “Kami jaga wilayah bersama-sama. Intinya jangan sampai ada anak-anak yang ikut-ikutan tawuran atau sekadar menonton,” ujarnya usai bersama Ketua RT 002/03 Sopian Anas membubarkan kerumunan di lapangan SDI.
Hingga sore hari, pemantauan masih dilakukan secara melekat oleh unsur RW, RT, FKDM, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Aparat mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan jika melihat adanya kerumunan pelajar atau pergerakan mencurigakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Pengawasan terpadu ini, menurut Babinsa Sertu Edy Lala, penting dilakukan pada hari-hari tertentu saat pelajar pulang lebih awal. “Kewaspadaan kolektif adalah kunci. Kolaborasi masyarakat dan aparat menjadi faktor penting menjaga wilayah tetap kondusif,” ujarnya.
Dengan sinergi warga dan aparat, wilayah Kebon Pala hingga sore terpantau tetap aman dan bebas dari insiden tawuran.
Komentar
Posting Komentar